tes

Senin, 08 Oktober 2012

MAKALAH WISATA JATIM PARK


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Legenda Coban Rondo merupakan salah satu Legenda yang berasal dari Kota Malang. Legenda Coban Rondo juga sangat berkaitan dengan objek wisata air terjun Coban Rondo yang ada di Kota Batu, Malang, Jawa Timur. Legenda ini begitu menyita perhatian masyarakat sampai – sampai objek wisatanya pun tidak pernah sepi pengunjung. Kehadiran para pengunjung tersebut seakan ingin membuktikan kebenaran legenda tersebut.
Sebagai masyarakat Kota Malang, Kami ingin melestarikan salah satu budaya daerah tersebut dengan mengangkat legenda tersebut sebagai Tema dalam Karya Ilmiah kami. Kami ingin mengetahui bagaimana perwatakan tokoh dalam legenda tersebut. Disamping itu kami juga ingin mengetahui bagaimana sudut pandang pengarang dan fokus pengisahan dalam legenda tersebut karena, legenda ini memiliki begitu banyak versi dari masing – masing pengarang yang coba membukukan legenda ini.
    Hal – hal itulah yang melatarbelakangi penulisan Karya Ilmiah kami yang berjudul: Analisis Karakter Tokoh, Sudut Pandang Pengarang, dan Fokus Pengisahan dalam Legenda Coban Rondo.  

B.     Tujuan
 Tujuan dibuatnya karya tulis ini antara lain adalah, sebagai berikut:
1.            Mengetahui Legenda air terjun Coban Rondo
2.            Mengetahui tempat wisata Jatim Park.

C.    Metode Penulisan
Dalam pembuatan karya tulis ini metode yang digunakan untuk mendapatkan data yang akurat dan sesuai dengan bahasan yang ada adalah, sebagai berikut:
1.                  Metode observasi
Dengan menggunakan metode ini penulis berusaha mengumpulkan data-data lebih  lanjut dengan cara melakukan penelitian terhadap objek yang dingkat penulis dalam karya tulis ini yaitu Legenda Coban Rondo dan Jatim Park.
2.         Metode Study Pustaka
Dengan menggunakan metode ini penulis mengumpulkan data-data yang bersumber dari buku-buku kajian teori yang berkaitan dengan bahasan yang akan disampaikan dalam bahasan karya tulis ini yaitu Legenda Coban Rondo dan Jatim Park.
  3.            Metode Interview
Dengan menggunakan metode ini penulis mengumpulkan data – data lebih lanjut dengan cara melakukan wawancara mengenai objek yang diangkat penulis yaitu Legenda Coban Rondo dan Jatim Park.




















BAB II
PEMBAHASAN

A.    Wisata Jatim Park Malang
            Jatim Park adalah sebuah tempat rekreasi dan taman belajar yang terdapat di Kota Batu, Jawa Timur. Obyek wisata ini berada sekitar 20 km barat Kota Malang, dan kini menjadi salah satu icon wisata Jawa Timur. Obyek wisata ini memiliki 36 wahana, diantaranya kolam renang raksasa (dengan latar belakang patung Ken Dedes, Ken Arok, dan Mpu Gandring), spinning coaster, dan drop zone. Wahana pendidikan yang menjadi pusat perhatian diantaranya adalah Volcano dan Galeri Nusantara yang juga terdapat tanaman agro, diorama binatang langka, dan miniatur candi-candi.
Sedikit berbeda dengan Jatim park 1 yang lebih ditujukan sebagai taman bermain dan hiburan, Jatim park 2 lebih menunjukan tempat belajar selain tempat bermain. Jatim park 2 mengusung konsep belajar ilmu alam, biologi dan pembelajaran satwa yang disajikan dengan latar belakang sesuai habitatnya. Jawa Timur Park 2 dibangun di wilayah Oro-Oro Ombo Kota Batu. Jatim park 2 terdiri dari Museum Satwa, Batu Secret Zoo dan Pohon Inn Hotel.
            Museum Satwa merupakan Museum Terbesar dan terlengkap. Menyajikan satwa dari berbagai belahan dunia antara lain dari Afrika, Amerika, Australia, Eropa dan Antartika. Mengusung konsep museum masa kini (kotemporer) serta menggabungkan antara seni lukis, technologi, dan ilmu pengetahuan khususnya satwa.
Pada bagian depan pengunjung akan disuguhkan bangunan bergaya klasik romawi dengan pilar-pilar besar dan tinggi terlihat sangat memukau. Pada kiri dan kanan bangunan terdapat patung gajah dengan ukuran besar. Sedangkan pada bagian depan, patung-patung lucu menjadi hal yang menarik untuk anak-anak. Ada pula lampu-lampu dengan bentuk rusa yang tampak indah saat malam hari.
            Sajian dalam Museum Satwa ini sangat beragam, di dalamnya ada sekitar 84 diorama satwa dari berbagai penjuru dunia, dari dalam maupun luar negeri. Diorama ini memberi gambaran yang seakan-akan nyata tentang kehidupan satwa di habitatnya di alam liar dengan menggunakan hewan awetan murni.
            Tak ketinggalan, terdapat diorama pemandangan alam dari berbagai tempat yang berbeda di berbagai belahan benua. Seperti diorama pemandangan alam yang berbatu, bersalju, hutan yang sedang terbakar dan lain-lain. Sajian lain yang cukup menarik adalah koleksi fosil, fosil yang dipamerkan di sini adalah fosil tiruan dari bahan fiberglass. Fosil-fosil ini akan memberi pengetahuan kepada pengunjung bagaimana bentuk fosil itu dan bagaimana para ahli satwa purbakala merekonstruksi gambaran satwa yang hidup di masa jutaan tahun yang lalu.
            Museum Satwa juga dilengkapi fasilitas Teater, menyajikan film-film tentang satwa dan kehidupannya di alam liar, ditambah dengan simulasi anatomi satwa agar pengunjung bisa mengetahui seluk-beluk satwa dengan lebih baik. Jika masih kurang puas dengan penjelasan tentang satwa, para guide yang profesional siap memandu wisatawan untuk menerangkan dan memberi informasi yang dibutuhkan oleh pengunjung.
Setelah puas berkeliling pengunjung dapat menikmati beristirahat sambil menikmati santapan ala museum satwa dengan suasana pedesaan di Warung Desa atau belanja oleh-oleh khas Museum Satwa di Toko Souvenir yang telah tersedia.
Fasilitas
  1. Tempat parkir yang nyaman dan aman berada di lahan seluas 2 ha.
  2. Bangunan Indoor yang dibangun diatas lahan kurang lebih 1 Ha dari 15 ha area Jawa Timur Park
  3. Menyajikan ratusan diorama satwa dari berbagai penjuru dunia, yang divisualisasikan sesuai dengan habitatnya.
  4. Insektarium yang berisi ribuan jenis serangga dari berbagai negara di belahan dunia.
  5. Pengetahuan satwa yang disajikan melalui keterangan-keterangan yang berada disetiap diorama, baik dari jenis satwa, kebiasaan satwa dan juga asal satwa tersebut.
  6. Khasanah pengetahuan fauna sebagai tempat dan pembelajaran melalui kuis dan tebak-tebakan tentang satwa.
  7. Guide yang profesional
  8. Fasilitas umum toilet dan musholla yang bersih dan nyaman.
  9. Tempat istirahat yang terletak di warung desa, dengan desain pedesaan dan style pedesaan.
  10. Fasilitas hot spot di khasanah pengetahuan fauna dan warung desa.
Koleksi Museum Satwa
Sesuai namanya, koleksi yang dipamerkan di Museum Satwa adalah berbagai binatang baik yang ada di dalam negeri atau luar negeri dan koleksi satwa yang masih ada maupun yang sudah punah. Satwa yang dipamerkan tentu bukan dalam kondisi hidup, melainkan satwa yang sudah diawetkan atau berupa patung rekonstruksi.
Satwa yang diawetkan dapat dinikmati dalam bentuk diorama. Di dalam tiap diorama terdapat satwa beserta habitatnya. Habitat disesuaikan dengan kondisi lingkungan hidup dari satwa tersebut. Macam-macam habitat yang dapat dilihat antara lain padang pasir, hutan, daerah salju, dan habitat lainnya. Diorama habitat dan satwa yang ada di dalamnya terlihat nyata, sehingga banyak pengunjung yang memang sengaja datang untuk mengenalkan berbagai jenis satwa kepada anak-anak mereka. Selain itu, diorama ini juga akan membuat pengunjung dapat menikmati pemandangan alam yang indah yang merupakan habitat asli satwa.Selain diorama hewan darat, ada pula diorama ikan. Berbagai macam ikan dari berbagai belahan dunia dan dalam tempat hidup yang berbeda-beda. Diorama ikan terlihat unik, karena diorama mampu menampilkan tempat hidup ikan yang berbeda-beda. Habitat ikan di sungai, danau, rawa, laut dangkal sampai habitat ikan laut dalam tersaji nyata. Pengunjung seolah-olah sedang menyelam dan menyaksikan berbagai jenis ikan disini.
Insektarium
Insektarium berisi 5000 lebih jenis serangga yang didapatkan dari berbagai tempat seperti Peru, Papua Nugini, Kolumbia, Malaysia dan bahkan dari Pulau Madagaskar di pantai timur Afrika, tak ketinggalan juga dari hutan Indonesia. Melihat jenis-jenis serangga dapat menambah pengetahuan kita karena tidak semua serangga yang dipamerkan bisa kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.

Fish World
Disini pengunjung bisa menikmati fish diorama berupa diorama kehidupan bawah air. Baik kehidupan di air tawar seperti sungai, danau maupun rawa, juga di air laut dengan beberapa kedalaman yang berbeda-beda. Di sini pengunjung seperti dibawa di kedalam air dan melihat langsung ikan di habitatnya.
Pameran Fosil
Hal menarik lain yang ada di museum ini adalah pameran fosil. Aneka fosil yang dipamerkan mempunyai daya tarik tersendiri. Fosil-fosil direkonstruksi sehingga menyerupai struktur satwa sebenarnya. Susunan fosil yang berupa tulang-tulang ini membuat pengunjung bisa membayangkan bentuk satwa yang sudah punah. Misalnya, fosil dinosaurus dan tyrex yang mungkin biasanya hanya bisa dilihat dari televisi, kini dapat dinikmati secara langsung. Anda dapat mengagumi betapa besarnya dinosaurus. Ada pula fosil-fosil dari binatang yang hidup di air.










B.     Air Terjun Coban Rondo
            Air terjun Coban Rondo terletak di lereng Gunung Kawi, Kabupaten Malang yang menurut administrasi pengelolaan hutan masuk dalam wilayah KPH (Kesatuan Pemangkuan Hutan) Perum Perhutani Malang. Sedangkan menurut administrasi pemerintahan, Cobanrondo berada di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.
            Untuk berkunjung ke tempat wisata ini tidak terlalu sulit, karena saat melewati jalan raya antara Batu menuju Pujon, Anda dapat melihat petunjuk jalan menuju ke air terjun Coban Rondo. Jalanan yang sudah baik memudahkan pengunjung yang datang menggunakan kendaraan. Tempat wisata ini juga dapat dicapai dengan menggunakan angkutan umum karena letaknya yang tidak terlalu jauh dari keramaian.
Menikmati Cobanrondo
Jika ingin mencapai air terjun, Anda harus berjalan kaki sekitar 2 km dari loket pembelian karcis. Perjalanan akan tidak terasa berat karena rimbunnya pepohonan hijau yang akan melindungi Anda dari sengatan sinar matahari dan memberi banyak oksigen untuk paru-paru. Jalan setapak yang harus dilewati sudah baik sehingga tidak memberatkan perjalanan Anda.
Dengan suhu rata-rata sekitar 22 derajat Celcius, Anda akan menikmati kesejukan suasana. Sehingga tidak heran jika banyak pengunjung yang senang untuk bersantai di bawah pepohonan atau duduk sejenak diatas bangku batu yang tersedia.
Dalam tempat wisata ini juga ada fasilitas lain seperti arena bermain anak atau tempat untuk Anda yang ingin berkemah di alam terbuka. Dalam perjalanan, Anda akan melewati jembatan yang membentang di atas sungai. Suara riak air terdengar menyejukkan. Di ujung jalan, banyak pula pedagang-pedagang yang menawarkan makanan, minuman, atau souvenir unik yang bisa dijadikan kenang-kenangan atau oleh-oleh.
Hal lain yang juga menarik adalah adanya monyet-monyet yang muncul untuk meminta atau mencari makanan dari para pengunjung. Tingkahnya yang lucu, banyak menarik perhatian anak-anak.
 Air Terjun Coban Rondo
Saat tiba di depan air terjun Coban Rondo, suasana segar dan dingin langsung terasa. Air terjun dengan ketinggian 84 meter ini terlihat perkasa dengan mencurahkan begitu banyak air. Pada musim hujan, debit air terjun sebanyak 150 liter setiap detik, sedangkan pada musim kemarau debit airnya 90 liter per detik.
Rasa penat akan hilang dengan menikmati air terjun yang berada pada ketinggian 1.135 meter di atas permukaan laut. Pemandangan indah alami di sekitar air terjun dapat memberikan ketenangan. Anda juga dapat merasakan dinginnya air yang menghujani tubuh atau berenang di kolam di bawah air terjun yang akan memberi kesegaran. Kesempatan untuk berfoto di depan air terjun bersama teman atau keluarga tidak pernah dilewatkan para pengunjung.
Legenda Coban Rondo
Coban merupakan kata dalam bahasa Jawa yang berarti air terjun. Sedangkan rondo berarti janda. Ada legenda tentang asal-usul nama air terjun ini. Cerita ini dapat Anda lihat di dekat air terjun, di dalam sebuah bingkai kaca, tertulis Legenda Cobanrondo yang merupakan asal-usul nama tempat ini.
Kisahnya adalah ketika pasangan suami istri yang baru menikah. Sang istri bernama Dewi Anjarwati yang berasal dari Gunung Kawi. Sedangkan suaminya bernama Raden Baron Kusuma yang berasal dari Gunung Anjasmoro.
Ketika pernikahan sudah mencapai 36 hari (selapan), Dewi Anjarmwati mengajak suaminya untuk mengunjungi Gunung Anjasmoro, daerah asal suaminya. Orang tua Dewi Anjarwati melarang keduanya pergi karena baru selapan. Tetapi, Dewi Anjarwati dan suaminya tetap berkeras untuk pergi.
Ketika dalam perjalanan, mereka berdua dikejutkan dengan kehadiran Joko Lelono yang tidak diketahui asal-usulnya. Joko Lelono terpikat oleh kecantikan Dewi Anjarwati dan berusaha merebutnya.
Akhirnya perkelahian antara Raden Baron Kusuma dengan Joko Lelono tidak dapat dihindarkan. Kepada punokawan yang menyertainya, Raden Baron berpesan agar Dewi Anjarwati disembunyikan di tempat yang ada cobannya (air terjun). Perkelahian terus berlangsung sampai akhirnya Raden Baron dan Joko Lelono sama-sama tewas. Dengan demikian Dewi Anjarwati menjadi janda atau dalam bahasa Jawa yaitu rondo. Sejak saat itu, air terjun tempat Dewi Anjarwati menunggu suaminya disebut Coban Rondo. Konon, batu besar di bawah air terjun merupakan tempat duduk sang putri.













BAB III
PENUTUP
a.       Kesimpulan:
Berdasarkan hasil laporan diatas kami dapat mengambil kesimpulan bahwa:
  1. Jatim park sangat penting untuk siswa siswi sebagai taman belajar dan rekreasi.
  2. karya wisata dapat memfaatkan obyek yang kita kunjungi sebagi sumber belajar.
  3. untuk mengembangkan kesedaian bakat-bakat dan ketrampilan mereka yang bermacam-macam, dan menyiapkan generasi muda sekurang-kurangnya dan yang akan datang serta untuk memajukan masyarakat pada umumnya.
b.      Saran:
Kegiatan ini sangat penting dalam kegiatan belajar mengajar di luar sekolah, mohon kegiatan ini di adakan kembali.















LAMPIRAN


https://encrypted-tbn1.google.com/images?q=tbn:ANd9GcQXAWJN0kANrH9oa2AkCCxqKG-64sO6EIrZrs0E8neqzceapC-6PQ

http://i.pbase.com/o5/76/410576/1/70031244.G0426G9N.P1030871.JPG

http://wisatamelayu.com/id/img/wisata/p4896748cd25b7.jpg

http://wisatamelayu.com/id/images/obyek/ob-jun-23-rondo-2.jpg

http://infowisataku.com/wp-content/uploads/2012/04/Air-Terjun-Coban-Rondo.jpg

http://www.kabarhotel.com/wp-content/uploads/2011/10/coban-rondo-1-533x400.jpg

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar